Kamis, 16 Agustus 2012

Penipuan Lewat Email dan Website Dibongkar Polisi

Penipuan Lewat Email dan Website Dibongkar Polisi

Jakarta: Polisi berhasil mengungkap kasus penipuan berkedok surat menyurat via email dan website. Penipuan yang merugikan lebih dari Rp1 miliar ini melibatkan warga negara Nigeria dan Liberia.

Seorang warga Indonesia, Nurhayati Pane, melaporkan telah menjadi korban penipuan dengan modus pengiriman surat melalui email dan website. Korban mengalami kerugian hingga Rp1.070.000.000.

Tersangka yang berjumlah lima orang adalah UM warga negara Nigeria, BP alias KC warga negara Liberia, W alias T warga Indonesia, MM alias L warga Indonesia, dan AF alias A warga Indonesia.

Tersangka membuat akun di situs tagged.com dengan mengatakan bahwa tersangka akan membawa uang tunai dalam jumlah besar ke Indonesia dari Inggris dan membutuhkan warga negara Indonesia untuk menyimpan uang milik warga Amerika itu.

Setelah mendapat korban, pelaku beralasan uang tersebut ditahan pihak imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta, dan harus ditebus antara Rp2 juta hingga ratusan juta rupiah.

Dalam kasus ini, Kepolisian Daerah Metro Jaya menyita barang bukti berupa buku tabungan, ATM, telepon genggam, sejumlah stempel palsu yang salah satunya stempel Kedubes Amerika Serikat dan KTP palsu.

Saat ini kelima tersangka ditahan polisi atas dugaan tindak pidana penipuan dan melanggar pasal 378 Kitab Undang Hukum Pidana. Polisi masih menyelidiki jumlah korban yang tertipu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar